Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra
-
The Non-robotics Notion of Love
Stereophonic in the dessert of the Damascus/ Tearing romansa intended to be a calculus/ Shelves to shelves historical syllabus/ Bring me to the zone of my precious// What’s more relevant to be on the dining plate than our conversations of tomorrow/ that morning-to-morning to be our place hiding the shadow?// Letters to words, words to…
-
C’mon you know
Di antara penumpang kereta, Memoriku tertembak ke layar kaca. Puing-puing berlari, pada lekukan tangis dan tawamu. Pernah kau berujar di depan kedua mataku, “Tidak ada yang menyaingi kecantikanmu. Sekalipun itu rembulan” Aku pikir, kata-katamu adalah ilusi yang tidak akan termaafkan oleh siapapun anak-anak muda yang memuja nama besarmu. Tapi, di malam itu, Raut parasmu menggulirkan…
-
Masa Depan. Reklamasi.
Lautan yang membawamu pulang, pada jangkar nelayan di siang yang lapar, Diam-diam anjing membelah terik Gelas-gelas usang berkelakar. “Tidak kah kau membawakan makan untuk anak gadismu?” “Tidak ada yang bisa ku bawa pulang.” Mesin pemutar memori membawa berita yang tidak lagi sama. Bahwa ekonomi adalah langit yang kaya. Polisi mengikat satu per satu harapan, kepala,…
-
Tidak ada apa-apa di luar kelambu
Pada prosa yang menjajaki tubuh dan bahasamu, ada rindu yang bersangkar di setiap malam jelang tidurku. Kotaku kini melebur dalam gelap, dingin, beku dalam ingatan yang menghalangi arah pulangku. Aku sendirian di pinggir jalan, merawang akan kemana kita bersandar, Bila kau pulang aku akan kembali datang, mengemasi kata-kata yang tak perlu, yang selalu kau bawa…