Dalam Seribu Langkah

·

·

Tidak banyak yang ku ketahui tentangnya, selain udara yang tak kunjung mengarah ke Selatan pulau Jawa. Harapan demi harapan terkasih, tertinggal rusuk yang kian hari kian

Mengelabui nestapa,

bau anyir masa lalu di luapan ruang angkasa

sembari mendatangiku,

menyapaku dalam hangat televisi

melatihku mengeja l-a-n-g-k-a-h k-a-k-i

Sampai sekarang, tidak ada satu orang pun yang aku percayai ketika berucap bahwa surga harus dihormati, dan tidak untuk neraka. Bahwa sholehah adalah halal, dan sundal adalah haram. Tidak kah kalian tau bahwa saleh ataupun sundal, keduanya merasakan orgasme yang sama di depan laki-laki yang mereka inginkan?

Lagi lagi, l-a-n-g-k-a-h k-a-k-i

Mengetukku melalui mesin waktu yang fana

Merabai relung kalbu dan saraf otakku

Akar dari hidup dan matiku.

“Dalam seribu langkah, kelak engkau tau di mana kaki mesti berpijak. Bersuara lah pada apa yang tersembunyi”