Category: Poetext
-
The Non-robotics Notion of Love
Stereophonic in the dessert of the Damascus/ Tearing romansa intended to be a calculus/ Shelves to shelves historical syllabus/ Bring me to the zone of my precious// What’s more relevant to be on the dining plate than our conversations of tomorrow/ that morning-to-morning to be our place hiding the shadow?// Letters to words, words to…
-
C’mon you know
Di antara penumpang kereta, Memoriku tertembak ke layar kaca. Puing-puing berlari, pada lekukan tangis dan tawamu. Pernah kau berujar di depan kedua mataku, “Tidak ada yang menyaingi kecantikanmu. Sekalipun itu rembulan” Aku pikir, kata-katamu adalah ilusi yang tidak akan termaafkan oleh siapapun anak-anak muda yang memuja nama besarmu. Tapi, di malam itu, Raut parasmu menggulirkan…
-
Masa Depan. Reklamasi.
Lautan yang membawamu pulang, pada jangkar nelayan di siang yang lapar, Diam-diam anjing membelah terik Gelas-gelas usang berkelakar. “Tidak kah kau membawakan makan untuk anak gadismu?” “Tidak ada yang bisa ku bawa pulang.” Mesin pemutar memori membawa berita yang tidak lagi sama. Bahwa ekonomi adalah langit yang kaya. Polisi mengikat satu per satu harapan, kepala,…
-
Seperti Anak Kecil
Pada abad kedua puluh lima masehi/ Bulan tertelungkup pada gelas-gelas birahi/ Menghadap kiblat, debu dan ombak/ Suara, kebingungan, kebiadaban, di depan altar mereka berserak// Tidak ada yang pernah mengingatmu, katanya// Tidak ada yang pernah peduli, katanya// Tidak ada yang pernah memujamu, katanya// Berkelakar ia bimbang/ Menyaksikan persembahan tubuh-tubuh yang telanjang// Demi keseimbangan/ Demi korban dan…
-
Jika Kematiannya Merenggutku
Jika kematiannya merenggutku, di balik Jendela aku mengadu. Pada siapa aku terpaku, jika bukan pada nafas dan lekuk bibirmu? — Oktober 14, 2024.