Lautan yang membawamu pulang,
pada jangkar nelayan di siang yang lapar,
Diam-diam anjing membelah terik
Gelas-gelas usang berkelakar.
“Tidak kah kau membawakan makan untuk anak gadismu?”
“Tidak ada yang bisa ku bawa pulang.”
Mesin pemutar memori membawa berita yang tidak lagi sama.
Bahwa ekonomi adalah langit yang kaya.
Polisi mengikat satu per satu harapan, kepala,
usikan demokrasi, di tengah-tengah tiang bendera
yang berdiri tegak di depan seorang anak gadis
terpenggal kepalanya.
Gelas-gelas usang berkelakar.
“Tidak kah kau bersedih atas kematian anak gadismu?”
“Tidak! Untuk sementara waktu(ku)”
Pada siang terik yang lapar
Ekonomi membuatku,
Jauh dari Akar.