
Sebenarnya, riset di Borneo ini bukan yang pertama, melainkan riset kedua yang dilakukan selama sebulan di Kecamatan Meliau, Sanggau, Kalimantan Barat. Mengapa di dalam postingan ini menjadi Riset Pertama? Karena, (bagi saya) riset Antropologi adalah riset untuk me-liyan-kan diri kita di tengah suatu masyarakat yang “baru” dan lain. Pertama kali saya naik pesawat, kapal, dan bertemu dengan mereka : Suku Dayak! Yang kemudian saya mengerti bahwa “Suku” adalah satu konsep yang telah usang. Mereka yang kita anggap tradisional dan terbebas dari segala permasalahan modernitas ternyata turut menjadi korban atas segala pikiran yang “modern” itu. Konflik lahan yang menyangkut sertifikasi lahan, perkebunan kelapa sawit yang mendatangkan permasalahan teknologi transportasi baru dan menghancurkan ekosistem sungai, dan berbaurnya kepercayaan lokal terhadap bentuk kepercayaan baru yang bernama : Agama.