Kerak-kerak Kapital

·

·

Riuk redam jalanan

Di antara duka dan selasar surga serapan

Tanjung menggeliat pelan

Menggagahi ibuku, Bumi.

Menyiasati kedermawanan, Pertiwi.

Perluasan dosa memangsa setiap kelapa,

Dikebiri hingga mati, dikutuk senja, dikuliti hingga

Darah dan dagingnya tak lagi terberi

Layangkan senjata di atas kepala rakyat nan perkasa

Mengibuli mata-mata yang tak pernah ingin berhenti bertanya

Tanah ini punya siapa?

Langit-langit yang nakal,

Bersikap sombing di depan Bumi dan ajal

Mengais kotoran di celah-celah kapital,

Korporat itu bangsat, jangan sesekali

Kau berdandannya layaknya seorang mlarat, nurani.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *