Rerimbunan akar membelalak terjal,
Tanah berserak di antara buliran galaksi,
menodai kerumitan jerami yang tak seberapa.
Menggarami air, nenek tetua menggalang energi
Mengakali pos-pos sungai berkilauan cahaya,
Doa-doa melesat dia antara dualisme surga dan neraka.
“Bumi ini Beta punya”
Bukan seorang bangsat, apalagi bajingan berkedok birokrat.
Beta yang Agung. Beta yang tak punya papa dan mama
Kicauan demi kicauan kidung bersemi
Melingkari angkasa yang tak mudah bergenerasi. lagi
Reinkarnasi kebaikan hanya menjadi dongeng mie instan
Kalang-kabut kebodohan melanglang sukma
Dibawa dogma primitif, kebisingan agama
Kalbuku hanya sebagian kecil sel yang tercurah dari-Mu
Mengintai sudut-sudut angkasa
Menjangkar rasa
pada sukma yang sama,
Beta.
Leave a Reply