Pada prosa yang menjajaki tubuh dan bahasamu,
ada rindu yang bersangkar di setiap malam jelang tidurku.
Kotaku kini melebur dalam gelap, dingin, beku dalam ingatan yang
menghalangi arah pulangku.
Aku sendirian di pinggir jalan, merawang akan kemana kita bersandar,
Bila kau pulang aku akan kembali datang,
mengemasi kata-kata yang tak perlu, yang selalu kau bawa ulangi
setiap pagi, penuh ragu dalam kepalamu.