Awal Pagi

·

·

Jiwa tak lagi sendiri

Ramai ditelan bunyi tekstual dan api berduri

Menjelajah semesta di puncak bukit sensasi

Peluh menjalar di sekitar raga dan hati nurani.

Kejujuran bukan lah segenggam daging,

dimakan habis, menyisakan lengking

lemak-lemak berlendir

sikluks sakit seolah takdir.

Batin bercuap, melesap, mengisi padat, cair, dan uap.

Mengotori gelembungan asap,

bernama kebrobrokan lanskap,

peta-peta nan usang,

sindiran atas kemiskinan,

kemarahan atas pembiaran

kebodohan,

kematian,

nurani,

Sangkan Paraning Dumadi.

Rawamangun Utara.

Sesaat menunggu bapak Api menyala.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *