Jiwa tak lagi sendiri
Ramai ditelan bunyi tekstual dan api berduri
Menjelajah semesta di puncak bukit sensasi
Peluh menjalar di sekitar raga dan hati nurani.
Kejujuran bukan lah segenggam daging,
dimakan habis, menyisakan lengking
lemak-lemak berlendir
sikluks sakit seolah takdir.
Batin bercuap, melesap, mengisi padat, cair, dan uap.
Mengotori gelembungan asap,
bernama kebrobrokan lanskap,
peta-peta nan usang,
sindiran atas kemiskinan,
kemarahan atas pembiaran
kebodohan,
kematian,
nurani,
Sangkan Paraning Dumadi.
Rawamangun Utara.
Sesaat menunggu bapak Api menyala.
Leave a Reply