Aku sadar bahwa setiap perjalanan membutuhkan pendalaman dan pengertian. Harapan dan keterkaitan yang mungkin bisa diintervensi secara tiba-tiba oleh siapapun, oleh apapun. Perjalanan Bersama yang goyah ini adalah satu dari sekian rentetan kejadian di masa depan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, tanpa pernah bisa kita prediksi. Aku pun sadar atas segala kesalahan yang telah ku mulai, yang kini menumpuk dan menjadi batu peledak atas kegoyahan yang berlangsung selama tiga bulan ke belakang. Apapun itu, satu hal yang tidak bisa ku lepaskan dari tanganku, ialah keterikatan batin yang tidak menghendaki keterpisahan tanpa pamit, tanpa penjelasan yang bagiku memadai demi ketentraman raga dan kalbuku.