Perlahan ku labuhkan semua nafasku pada ketiadaan
Pada rongga ingatanku yang memuncak pada satu nama yang tak lagi
Menyapaku dalam kecupan
Mengejaku namaku dalam hening
Memelukku kala kalut
Ia tak bergeming.
Bisik membelah separuh sesalku
Daun di udara
Suaranya menggema
Senyum sang Raya
di sana
Menjagaku
Hingga lelap usia.