Bagaimana suatu gender di-pentas-kan di sebuah pagelaran seni? Pertanyaan tersebut lah yang melatarbelakangi pembuatan video dokumenter yang (amat) singkat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, tentu para intelektual sudah mengamini bahwa gender adalah sebuah kontruksi, dan diproduksi hingga menjadi satu diskursus yang mewabah bahwa mereka (yang bukan pria atau wanita) adalah nista. setelah melakukan tiga bulan riset sebelum pengambilan gambar, ditemukan beberapa fakta penting dan banyak orang tidak mau memikirkannya.
Pertama, adalah tentang bagaimana suatu pegelaran (Oyot-Godhong Cabaret Show) menjadi satu ruang perlawanan untuk menunjukkan eksistensi para waria dan “banci” yang acapkali di-deskredit-kan itu. Kedua, masih adanya beberapa bentuk teror yang berasal dari kelas-kelas tertentu untuk mempersempit ruang gerak komunitas waria dan banci. Ketiga, persoalan tentang identitas(gender) bukan semata-mata tentang konstruksi seperti apa yang dimunculkan, bukan semata-mata tentang apa yang melekat (di)dalam tubuh, melainkan juga serangkat simbol atau atribut kultural yang dilekatkan padanya.