Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra
-
Jejal Angkasa
Rerimbunan akar membelalak terjal, Tanah berserak di antara buliran galaksi, menodai kerumitan jerami yang tak seberapa. Menggarami air, nenek tetua menggalang energi Mengakali pos-pos sungai berkilauan cahaya, Doa-doa melesat dia antara dualisme surga dan neraka. “Bumi ini Beta punya” Bukan seorang bangsat, apalagi bajingan berkedok birokrat. Beta yang Agung. Beta yang tak punya papa dan…
-
Kerak-kerak Kapital
Riuk redam jalanan Di antara duka dan selasar surga serapan Tanjung menggeliat pelan Menggagahi ibuku, Bumi. Menyiasati kedermawanan, Pertiwi. Perluasan dosa memangsa setiap kelapa, Dikebiri hingga mati, dikutuk senja, dikuliti hingga Darah dan dagingnya tak lagi terberi Layangkan senjata di atas kepala rakyat nan perkasa Mengibuli mata-mata yang tak pernah ingin berhenti bertanya Tanah ini…
-
Arti Penting Rasa Senang
Saya harus jujur, setidaknya jujur untuk diri saya sendiri, bahwa saya bosan. Beberapa kawan melabeli saya sebagai sosok yang tak kenal rasa bosan, betah berkutat dengan urusan yang itu-itu saja. Misal, selera musik saya yang tak pernah lepas dari Portishead, Placebo, dan Homogenic. Tempat makan yang selalu bisa dipastikan antara Mas Kobis atau Bu Bagyo.…
-
Pengingat: 2016 – Chaos
Tahun ini tak henti-hentinya saya mempertanyakan dimana rasionalitas kemanusiaan ala pemuda cum aktifis hari ini, juga menyangkal secara total kebenaran objektif atas sesuatu yang bersifat dualistik. Dan, proses kehidupan yang paling chaos sejak saya lahir di dunia 22 tahun yang lalu. “Ketakutan” bahwa setelah kematian Ino hidup saya menjadi tak wajar lagi, mulai menampakkan wujud…
-
Renungan Pagi
Awal pagi yang pesimis, ditemani secangkir kopi dan alunan musik God Speed You! Black Emperor – Bleak Uncertain Beautiful. Tidak seperti biasanya, kali ini saya ingin mendengar musik tanpa lirik. Sekalipun lirik Portishead tampak sayup dan hampir tidak terdengar, tetap saja huruf konsonannya berbunyi, getir. God Speed cukup menghibur di kala saya benar-benar merindukan kehadiran seseorang…
-
Alone Wolf
Suatu hari, seseorang pernah berkata kepada saya, “Kamu itu persis banget kayak a lonely wolf” Usia saya tak lagi remaja, sudah 22 tahun, tak tahu kapan mati, setidaknya jika saya mati, saya ingin mati dan dikenang. Ketidakmampuan saya untuk memprediksi kapan kematian saya justru membawa saya pada pilihan hidup yang cenderung ekstrim..Saya memilih untuk menjadi sosok…