Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra

  • Merenungkan Kembali Kemanusiaan Kita

    ·

    ·

    Sungguh memuakkan dengan apa yang bernama “tuntutan” zaman. Tuntutan—menurut saya—adalah sebuah kebutuhan semu, kita ingin meraih sesuatu dengan tanpa alasan. Sekadar mengikuti apa yang mainstream, agak tidak “kalah” dengan yang lain. Ya, saya sangat muak ketika seseorang menuntut orang lain begini, begitu. Padahal, saya samasekali tidak pernah menuntut mereka untuk melakukan apa yang saya inginkan.…

  • Teks Pertama dalam Erster Theil – Also Sprach Zarathustra

    ·

    ·

    Prolog Di sela-kebosanan saya mengerjakan skripsi, hiburan saya satu-satunya adalah membaca dan melukis. Berbeda dengan mereka yang bisa menggunakan line-instagram-whatsapp-facebook-twitter-snapchat dll sebagai media hiburan, saya tak bisa mendapatkan sensasi itu. Dan, saat ini, saya sedang tertarik untuk menyelami pemikiran filsuf Freiderich Nietzsche. Terlepas dari segala bentuk sentimen terhadap sisi kontroversialnya (di akhir kehidupannya), saya pikir, Nietzsche merupakan salah…

  • Teman

    ·

    ·

      Suatu hari, Ibu pernah berujar, “Sesuatu yang sama, pasti kelak merelasikan diri” Bukan sekadar omong kosong. Ujaran itu nyatanya memang ada. Saya menemukan mereka di tengah Belantara Semesta yang liar dan sakit. Mereka, yang saya anggap sebagai sosok yang “sama” dan “bersama” saya hingga saat ini.  Sama karena kami berasal dari latar belakang yang…

  • GH/5

    GH/5

    ·

    ·

  • GH/4

    GH/4

    ·

    ·

  • GH/3

    GH/3

    ·

    ·