Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra
-
Kertas Hitam
Serunai di pangkalan musim semi, berlabuh di pinggiran sungai yang keruh, Meronggai harapan pembalakan liar Bersemayam dengki di telapak kaki yang Suci Lautan kering dimangsa waktu sesat pikir yang terus membatu cukong-cukong keparat berdansa membelakangi rakyat berpetuah kekayaan, bertaring setan
-
Awal Pagi
Jiwa tak lagi sendiri Ramai ditelan bunyi tekstual dan api berduri Menjelajah semesta di puncak bukit sensasi Peluh menjalar di sekitar raga dan hati nurani. Kejujuran bukan lah segenggam daging, dimakan habis, menyisakan lengking lemak-lemak berlendir sikluks sakit seolah takdir. Batin bercuap, melesap, mengisi padat, cair, dan uap. Mengotori gelembungan asap, bernama kebrobrokan lanskap, peta-peta…
-
Api
Sulit untuk mendeskripsikan bagaimana kehidupan saya untuk saat ini. Banyak hal-hal yang terjadi di luar prediksi, begitu intim, begitu dekat, sekaligus begitu melekat. Ruang yang gelap pasca api itu padam, kemudian menyala lagi. Oleh seseorang yang, tak mungkin saya sebut namanya di sini, begitu paham tentang bagaimana dan mengapa kita harus memilih jalan tersebut. Sebuah…
-
Sunyi/Api
Sepersekian detik laju ombak tak lagi bergenyit lelantunan palung berdecak kagum pandai meleleh di pusaran kaum ibu lelah meletih di pangkuan bapak penghujung Delima dangkal bersuara rerantingan udara menguap di udara menapaki setiap derita bumi dan setan, iblis dan manusia. Pusat pusat horizon termanifestasi di langit-langit kaca membelah samudra yang tak berdaya dimakan polusi-polusi darah…
-
Jejal Angkasa
Rerimbunan akar membelalak terjal, Tanah berserak di antara buliran galaksi, menodai kerumitan jerami yang tak seberapa. Menggarami air, nenek tetua menggalang energi Mengakali pos-pos sungai berkilauan cahaya, Doa-doa melesat dia antara dualisme surga dan neraka. “Bumi ini Beta punya” Bukan seorang bangsat, apalagi bajingan berkedok birokrat. Beta yang Agung. Beta yang tak punya papa dan…
-
Kerak-kerak Kapital
Riuk redam jalanan Di antara duka dan selasar surga serapan Tanjung menggeliat pelan Menggagahi ibuku, Bumi. Menyiasati kedermawanan, Pertiwi. Perluasan dosa memangsa setiap kelapa, Dikebiri hingga mati, dikutuk senja, dikuliti hingga Darah dan dagingnya tak lagi terberi Layangkan senjata di atas kepala rakyat nan perkasa Mengibuli mata-mata yang tak pernah ingin berhenti bertanya Tanah ini…