Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra

  • Arti Penting Rasa Senang

    ·

    ·

    Saya harus jujur, setidaknya jujur untuk diri saya sendiri, bahwa saya bosan. Beberapa kawan melabeli saya sebagai sosok yang tak kenal rasa bosan, betah berkutat dengan urusan yang itu-itu saja. Misal, selera musik saya yang tak pernah lepas dari Portishead, Placebo, dan Homogenic. Tempat makan yang selalu bisa dipastikan antara Mas Kobis atau Bu Bagyo.…

  • Pengingat: 2016 – Chaos

    ·

    ·

    Tahun ini tak henti-hentinya saya mempertanyakan dimana rasionalitas kemanusiaan ala pemuda cum aktifis hari ini, juga menyangkal secara total kebenaran objektif atas sesuatu yang bersifat dualistik. Dan, proses kehidupan yang paling chaos sejak saya lahir di dunia 22 tahun yang lalu. “Ketakutan” bahwa setelah kematian Ino hidup saya menjadi tak wajar lagi, mulai menampakkan wujud…

  • Renungan Pagi

    ·

    ·

    Awal pagi yang pesimis, ditemani secangkir kopi dan alunan musik God Speed You! Black Emperor – Bleak Uncertain Beautiful. Tidak seperti biasanya, kali ini saya ingin mendengar musik tanpa lirik. Sekalipun lirik Portishead tampak sayup dan hampir tidak terdengar, tetap saja huruf konsonannya berbunyi, getir. God Speed cukup menghibur di kala saya benar-benar merindukan kehadiran seseorang…

  • Alone Wolf

    ·

    ·

    Suatu hari, seseorang pernah berkata kepada saya, “Kamu itu persis banget kayak a lonely wolf” Usia saya tak lagi remaja, sudah 22 tahun, tak tahu kapan mati, setidaknya jika saya mati, saya ingin mati dan dikenang. Ketidakmampuan saya untuk memprediksi kapan kematian saya justru membawa saya pada pilihan hidup yang cenderung ekstrim..Saya memilih untuk menjadi sosok…

  • Merenungkan Kembali Kemanusiaan Kita

    ·

    ·

    Sungguh memuakkan dengan apa yang bernama “tuntutan” zaman. Tuntutan—menurut saya—adalah sebuah kebutuhan semu, kita ingin meraih sesuatu dengan tanpa alasan. Sekadar mengikuti apa yang mainstream, agak tidak “kalah” dengan yang lain. Ya, saya sangat muak ketika seseorang menuntut orang lain begini, begitu. Padahal, saya samasekali tidak pernah menuntut mereka untuk melakukan apa yang saya inginkan.…

  • Teks Pertama dalam Erster Theil – Also Sprach Zarathustra

    ·

    ·

    Prolog Di sela-kebosanan saya mengerjakan skripsi, hiburan saya satu-satunya adalah membaca dan melukis. Berbeda dengan mereka yang bisa menggunakan line-instagram-whatsapp-facebook-twitter-snapchat dll sebagai media hiburan, saya tak bisa mendapatkan sensasi itu. Dan, saat ini, saya sedang tertarik untuk menyelami pemikiran filsuf Freiderich Nietzsche. Terlepas dari segala bentuk sentimen terhadap sisi kontroversialnya (di akhir kehidupannya), saya pikir, Nietzsche merupakan salah…