Apnasvatī Mama Dhīr Astu Śakra
-
Masa Kecil
Aku sadar bahwa segalanya akan bermuara pada ketiadaan, yang meninggalkan satu per satu orang, kalimat, ingatan, dan segala hal yang pernah hidup. Hingga detik ini pun, aku sedang belajar untuk menguatkan diriku sendiri, melepas dari segala yang membelenggu rongga dan sukmaku. Meski lambat, setidaknya kakiku tetap melangkah, telingaku masih mendengar sekelilingku dengan baik, dan mataku…
-
(04/05/2020). Obituari untuk Ayah
Entah kapan terakhir kali kami bertemu, satu hal yang saya ingat, saya menemui beliau di sebuah rumah sakit di Solo. Kala itu, beliau sedang menemani istrinya yang sedang dirawat di ICU karena penyakit kanker. Waktu berlangsung begitu cepat, keinginan saya untuk bertemu kembali dengan ayah, mesti saya urungkan dalam-dalam. Ayah telah berpulang, menemani istrinya yang…
-
Lalu?
Enam bulan ke belakang, yang terburuk dalam sejarah. Entah sudah berapa banyak nama yang saya “blok” begitu saja, saya acuhkan tanpa terbesit niat untuk menyapa nama-nama tersebut lagi, tanpa ada keinginan untuk mengimajinasikan dunia-yang-lebih-baik secara bersama-sama. Tahun 2019, adalah tahun di mana ketidak-pedulian saya meninggi dibanding hasrat saya untuk bersosial dan beramah tamah ria. Sepenuhnya…
-

-
Teman Terbaik
Tanpa banyak pikir, kami bertemu dalam agenda yang serba dadakan. Keterpisahan selama beberapa bulan belakang membuatku belajar bahwa pengertian adalah pangkal dari segala-galanya, penjelasan adalah cara bagaimana kesalahan bisa dipahami dan perlahan dimaafkan. Tampak dia berjalan dari sisi kiri kantor gedung tempatku bekerja, dia tersenyum sebagaimana biasanya, sedikit membungkukkan badan dan memberikan gestur romantikanya yang…