Category: Reflext
-
(04/05/2020). Obituari untuk Ayah
Entah kapan terakhir kali kami bertemu, satu hal yang saya ingat, saya menemui beliau di sebuah rumah sakit di Solo. Kala itu, beliau sedang menemani istrinya yang sedang dirawat di ICU karena penyakit kanker. Waktu berlangsung begitu cepat, keinginan saya untuk bertemu kembali dengan ayah, mesti saya urungkan dalam-dalam. Ayah telah berpulang, menemani istrinya yang…
-
Lalu?
Enam bulan ke belakang, yang terburuk dalam sejarah. Entah sudah berapa banyak nama yang saya “blok” begitu saja, saya acuhkan tanpa terbesit niat untuk menyapa nama-nama tersebut lagi, tanpa ada keinginan untuk mengimajinasikan dunia-yang-lebih-baik secara bersama-sama. Tahun 2019, adalah tahun di mana ketidak-pedulian saya meninggi dibanding hasrat saya untuk bersosial dan beramah tamah ria. Sepenuhnya…
-
Teman Terbaik
Tanpa banyak pikir, kami bertemu dalam agenda yang serba dadakan. Keterpisahan selama beberapa bulan belakang membuatku belajar bahwa pengertian adalah pangkal dari segala-galanya, penjelasan adalah cara bagaimana kesalahan bisa dipahami dan perlahan dimaafkan. Tampak dia berjalan dari sisi kiri kantor gedung tempatku bekerja, dia tersenyum sebagaimana biasanya, sedikit membungkukkan badan dan memberikan gestur romantikanya yang…
-
Risalah untuk Sebuah Rencana Percakapan
Aku sadar bahwa setiap perjalanan membutuhkan pendalaman dan pengertian. Harapan dan keterkaitan yang mungkin bisa diintervensi secara tiba-tiba oleh siapapun, oleh apapun. Perjalanan Bersama yang goyah ini adalah satu dari sekian rentetan kejadian di masa depan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, tanpa pernah bisa kita prediksi. Aku pun sadar atas segala kesalahan yang telah ku mulai,…
-
Teman Baik
Sepanjang sejarah hidup saya yang baru berlangsung selama 25 tahun, saya pikir Monika telah melampaui Batasan pertemanan yang pernah saya tetapkan. Pada kenyataanya, ada suatu “keajaiban” yang bagi kita sulit untuk menyangkalnya. Keajaiban it bermula ketika—karenanya—aku dipertemukan dengan sebuah kawanan yang baik dan tidak terlalu bermuluk-muluk dalam memikirkan dan hendak merealisasikan gagasan politiknya. Sayangnya tidak…
-
23.58
Pesan suara yang berjudul “G’night” itu pun datang. Sebuah piano sengaja dimainkan dan direkam. Pada detik pertama, bunyi tekanan terhadap henponnya terdengar. Detik kedua hingga ke-58, suara piano mengubah suasana-jelang-tidur saya menjadi tenang dan hangat, satu detik berikutnya, bunyi tekanan pada henponnya kembali terulang. Suara itu berhenti. Satu hal yang ku mengerti, rekaman tersebut sengaja…